Minggu, Agustus 02, 2009

MISTERI SEGITIGA BERMUDA

Saya yakin semua tahu Segitiga Bermuda. Wilayah laut di selatan Amerika Serikat dengan titik sudut Miami (di Florida), Puerto Rico (Jamaica), dan Bermuda ini, telah berabad-abad menyimpan kisah yang tak terpecahkan. Misteri demi misteri bahkan telah dicatat oleh pengelana samudera seperti Christopher Columbus.


Sekitar 1492, ketika dirinya akan mengakhiri perjalanan jauhnya menuju dunia barunya, Amerika, sempat menyaksikan fenomena aneh di wilayah ini. Di tengah suasana laut yang terasa aneh, jarum kompas di kapalnya beberapa kali berubah-ubah. Padahal cuaca saat itu begitu baik.. Lebih dari itu, tak jauh dari kapal, pada suatu malam tiba-tiba para awaknya dikejutkan dengan munculnya bola-bola api yang terjun begitu saja ke dalam laut. Mereka juga menyaksikan lintasan cahaya dari arah ufuk yang kemudian menghilang begitu saja.

Di wilayah ini, indera keenam memang seperti dihantui ’suasana’ yang tak biasa. Namun begitu , rombongan masih terbilang beruntung, karena hanya disuguhi ‘pertunjukkan’. Lain dengan pelintas-pelintas yang lain.

Menurut catatan kebaharian, peristiwa terbesar yang pernah terjadi di wilayah ini adalah lenyapnya sebuah kapal berbendera Inggris, Atalanta, pada 1880. Tanpa jejak secuilpun, kapal yang ditumpangi tiga ratus kadet dan perwira AL Inggris itu raib di . Selain Atalanta, Segitiga Bermuda juga telah menelan ratusan kapal lainnya.

Di lain kisah, Segitiga Bermuda juga telah membungkam puluhan pesawat yang melintasinya. Peristiwa terbesar yang kemudian terkuak sekitar 1990 lalu adalah raibnya iring-iringan AL AS yang tengah berpatroli melintas wilayah laut ini pada siang hari 5 Desember 1945. Setelah sekitar dua jam penerbangan komandan penerbangan melapor, bahwa dirinya dan anak buahnya seperti mengalami disorientasi. Beberapa menit kemudian kelima TBF Avenger ini pun raib tanpa sempat memberi sinyal SOS.. Anehnya, misteri Avenger tak berujung di situ saja. Ketika sebuah pesawat SAR jenis Martin PBM-3 (Marinir) dikirim mencarinya, pesawat amfibi gembrot dengan tigabelas awak ini pun ikut-ikutan lenyap. Hilang bak ditelan udara. Keesokan harinya ketika wilayah-wilayah laut yang diduga menjadi tempat kecelakaan keenam pesawat disapu enam pesawat penyelamat pantai dengan 27 awak, tak satu pun serpihan pesawat ditemukan. Ajaib.

Tahun demi tahun berlalu. Sekitar 1990, tanpa dinyana seorang peneliti berhasil menemukan onggokan kerangka pesawat di lepas pantai Florida. Betapa terkejutnya orang-orang yang menyaksikan. Karena, ketika dicocokan onggokan metal itu ternyata bagian dari kelima TBF Avenger.

Artikel Lain :


Read more...

Edan, Dalam Pohon Ada Ruangan

Pohon Baobab (Adansonia sp) di Afrika sangat istimewa.


Bentuknya unik, batangnya gendut. Maklum, lingkar batangnya bisa mencapai 30 meter., dengan garis tengah 9.5 meter. tak heran dengan batang sebesar itu, batang pohon ini bisa di buat kamar.


Awalnya pohon tersebut di lubangi, di keruk, kemudian di keringkan. Lubang yang sudah jadi bisa di tempati 10 orang.. Ruangan tersebit bisa di jadikan toko, rumah , toilet, bahkan halte bus.

Di daratan Afrika, saati ini tumbuh sekitar 7 spesies Baobab. Satu pohon spesies di antaranya mampu menyimpan air sebanyak 120.000 liter. Bagian pohon seperti buah, daun, dan akar muda bisa di konsumsi.. Kayanya yang ringan dan berserat bisa di jadikan anyaman untuk membuat alat-alat rumah tangga. Bagi sebagian masyarakat Afrika, pohon ini di yakini memiliki khasiat sebagai obat.

Read more...

Wow, Ada Air Di Galaksi Lain

Air ternyata tidak hanya dimiliki bumi. Komponen yang satu ini tersebar di alam semesta dalam bentuk cair, padat, dan gas. Di suatu tempat yang jauh di alam semesta, para astronom berhasil menemukan keberadaan air terjauh yang pernah terlihat. Air tersebut berada di sebuah galaksi yang jaraknya lebih dari 11 milyar tahun cahaya dari Bumi. Sebelumnya, air paling jauh yang berhasil ditemukan berada di galaksi yang berjarak 7 milyar tahun cahaya dari Bumi. Tanda-tanda keberadaan air ini berhasil ditemukan menggunakan teleskop radio raksasa dengan diameter 100 meter di Effelsberg, Jerman, dan Very Large Array milik National Science Foundation di New Mexico.

Galaksi berair atau dikenal dengan nama MG J0414+0534, memiliki quasar di intinya. quasar adalah lubang hitam supermasif yang memancarkan cahaya yang sangat terang. Pada area di dekat inti, molekul air bertindak sebagai maser (Microwave Amplification by Stimulation Emission of Radiation) yang sama kuat dengan laser, dan menguatkan gelombang radio pada frekuensi tertentu.. Penemuan ini mengindikasikan keberadaan maser air raksasa lebih umum terdapat pada saat alam semesta dini dibanding sekarang. Pengamatan yang dilakukan sekarang berhasil melihat kondisi MG J0414+0534 saat alam semesta masih berusia 1/6 dari usia sekarang.

Pada dasarnya di galaksi yang jaraknya sangat jauh ini, penguatan gelombang radio dengan tingkat terkuat yang dilakukan oleh maserpun tidak akan cukup kuat untuk bisa dideteksi oleh teleskop radio. Namun, para ilmuwan justru mendapat bantuan dari alam dalam bentuk galaksi lain yang berjarak hampir 8 milyar tahun cahaya yang berada di garis pengamatan MG J0414+0534 dan Bumi.. Gravitasi galaksi tersebut berperan sebagai lensa yang membuat galaksi jauh itu lebih terang dan pancarian molekul air jadi tampak oleh teleskop radio. Teleskop kosmik tersebut mereduksi waktu yang dibutuhkan untuk dapat mendeteksi air dalam faktor sekitar 1000.

Sinyal air pertama kali dideteksi oleh teleskop Effelsberg dan kemudian digunakan VLA untuk mempertajam kemampuan pencitraan yang bisa mengkonfirmasi asal galaksinya. Keberadaan lensa gravitasi memberikan 4 citra MG J0414+0534 yang terlihat dari Bumi. Dengan VLA, para peneliti bisa menemukan gelombang radio yang spesifik yang menyatakan keberadaan air pada 2 citra terang yang dihasilkan. Dua citra lainnya terlampau lemah untuk bisa dideteksi keberadaan sinyal airnya. Frekuensi yang dipancarkan molekul air merupakan pergeseran Doppler akibat pengembangan alam semesta mulai dari 2,2 GHx hingga 6,1 GHz.

Air yang bertindak sebagai maser sudah ditemukan pada sejumlah galaksi yang jaraknya dekat. Biasanya, air diperkirakan berada dalam piringan molekul yang mengorbit lubang hitam supermasif pada jarak yang sangat dekat di inti galaksi. Pancaran gelombang radio yang mengalami penguatan biasanya akan teramati saat piringan tampak dari samping dan terlihat tepiannya. Namun, ternyata orientasi galaksi MG J0414+0534 saling berhadapan dengan Bumi. Dengan demikian, molekul air yang kita lihat dalam maser bukan di dalam piringan melainkan dalam materi yang terlontar sebagai akibat lontaran gravitasi lubang hitam dari orbitnya. Materi yang terlontar tersebut bergerak dalam kecepatan yang sangat cepat.

Pertanyaan lanjutan yang seterusnya kita ajukan adalah, “Jika memang air adalah sumber kehidupan dan keberadaannya tersebar di alam semesta yang luas ini, apakah kehidupan lain juga bisa ditemukan selain yang ada di bumi??”.

Marilah kita berspekulasi dan berteori berdasarkan dengan apa yang kita yakini. Jawabannya bisa berupa “Ya” bisa juga “Tidak”. Misterinya sudah mulai menyentuh dimensi di luar 3 dimensi kita.. Yang pasti dari penelitian para ilmuwan, Komponen yang menjadi awal sebuah kehidupan yaitu air, juga terdapat di berbagai sudut galaksi di alam semesta yang maha luas ini.

Read more...

Jumat, Juli 31, 2009

Misteri Tugu Pancoran

Seperti di lihat di gambar kita akan membahas patung PANCORAN… pasti semua bertanya tanya mengenai arah tangan dari patung pancoran. Hal seperti ini juga terjadi pada diri saya yang selalu bertanya tanya mengapa arah tangan patung pancoran mengacung ke arah Utara ??? Mengapa tidak ke arah Timur atau Selatan ? Mengapa pula tidak mengarah ke Istana ???


Hal inilah yang akan saya coba jawab dalam thread ini. Patung yang biasa di sebut Patung Pancoran ini sebenarnya bernama asli Patung Dirgantara.. Karena letaknya yang berada di daerah Pancoran, patung ini biasa. di sebut Patung Pancoran. Patung ini memiliki tinggi 11 meter dan terbuat dari 11 ton perunggu serta memiliki landasan berbentuk lengkungan dari beton setinggi 27 meter.

Dirancang oleh Edhi Sunarso, dibuat oleh seniman Keluarga Arca dari Yogyakarta, dan diawasi langsung oleh Presiden Soekarno sendiri, patung ini selesai dibangun dalam dua tahun (1964-1965). Ada gosip yang mengatakan bahwa Presiden Soekarno harus menjual mobilnya untuk membiayai pembuatan patung ini.. Sayangnya sekarang monumen ini tertutupi oleh jalan layang dan jalan tol, dapat Anda lihat fotonya di bawah ini. Inilah potret pancoran tempoe doloe…


Artikel Terkait :


Read more...

Kamis, Juli 30, 2009

DAFTAR ISI

BERITA


SEPUTAR BLOG


SEJARAH DAN ASAL-USUL


HUMOR

SEPUTAR BISNIS


ANEH DAN UNIK


SEX AND LIFESTYLE


Read more...

  © Blogger template Blue Surfing by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP